Rasulullah bersabda, Silsilah Ash Shahihah 2026

"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja" (Imam Asy Syafi'i, Diwan Syafi'i Hal. 103)

Rasulullah bersabda, HR. Ahmad 2/164 dan 192, Al-Haakim 1/105-106, shahih

“Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran”

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata, Diwan Syafi’I hal. 103

"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja"

Asy-Sya’bi rahimahullah berkata, Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah

“Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, Mutshalah Hadits syaikh Al-Utsaimin

"Lupa ada obatnya –dengan karunia dari Allah- yaitu menulisnya. Karenanya Allah memberi karunia kepada hamba-Nya dengan surat Al-Alaq. Yaitu “iqra’” kemudian “mengajarkan dengan perantara pena”. Maksudnya, bacalah dengan hapalannya, jika tidak hapal maka dengan tulisanmu."

Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Agustus 2017

Populer Menjadi Ujub

بسم الله الرحمن الرحيم
Bahaya Ujub (source)

#Question :

Assalamualaikum,
Misalnya seseorang Allah tunjuk untuk memiliki banyak kelebihan semisal seperti ulama atau atlit hebat dsb. yang mana kadang dia sadar status dia di masyarakat mempersulit dia untuk tawadhu, masyarakat nya pun sering kali memujinya, sering bikin dia "terbang" atau "fly".. jadi apa yg hrus dia lakukan?
Intinya Allah tunjuk dia untuk jadi orang hebat di lingkungannya tapi dia sadar dia ga tawadhu lagi. Jadi apa yang harus dia lakukan?


Hasad kepada Imam

بسم الله الرحمن الرحيم
Ilustrasi : Hasad kepada Imam (Source)
#Question :
Assalamu'alaikum, mau tanya..
Misalnya saya masuk ke sebuah pondok, maka otomatis saya harus terus shalat berjamaah di masjid tersebut. Setelah beberapa lama saya lihat ada 1 imam tetap di masjid tsb yg mana bacaannya kurang baik, kurang menyenangkan di dengar, padahal ada banyak ustad lain yg mungkin lebih baik. Disana saya punya hasad ke ustad/imam tsb.
Beberapa bulan kemudian saya ketahui ustad tsb jarang berinteraksi ke santri yg laki tapi begitu dekatnya ke santri yg perempuan. Disana hasad saya bertambah..

Karena saya punya hasad ke  imam itu, akhirnya setiap shalat berjamaah dan dia jadi imam saya ngerasa jengkel, marah, tapi terpaksa saya tetap jadi makmum dibelakang dia.

Kira2 apa yg bisa saya lakukan supaya hasadnya hilang?

Diberdayakan oleh Blogger.