Rasulullah bersabda, Silsilah Ash Shahihah 2026

"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja" (Imam Asy Syafi'i, Diwan Syafi'i Hal. 103)

Rasulullah bersabda, HR. Ahmad 2/164 dan 192, Al-Haakim 1/105-106, shahih

“Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran”

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata, Diwan Syafi’I hal. 103

"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja"

Asy-Sya’bi rahimahullah berkata, Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah

“Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, Mutshalah Hadits syaikh Al-Utsaimin

"Lupa ada obatnya –dengan karunia dari Allah- yaitu menulisnya. Karenanya Allah memberi karunia kepada hamba-Nya dengan surat Al-Alaq. Yaitu “iqra’” kemudian “mengajarkan dengan perantara pena”. Maksudnya, bacalah dengan hapalannya, jika tidak hapal maka dengan tulisanmu."

Selasa, 28 Maret 2017

Rule Mendoakan Orang Lain

بسم الله الرحمن الرحيم

Rule Mendoakan Orang Lain
(source : google.com)
Q :

Oh iya mau nanya lagi,lupa dr kmrn..^^

Si fulan lisan nya  gemar/sering disadari dan tanpa sadar mendo'akan kebaikan bagi orang lain yang dikenal maupun tidak dikenal.. Apa do'a itu dikabulkan saat keceplosan mendo'akan..?
Atau ada batasan atau rule dlm mendo'akan org..? Dalam tanda kutip yg di do'akan kaum muslimin..
Kalo selain muslim biasanya cuma di do'akan "semoga mendapat hidayah dan berada dijalan الله "..

Menikah Sekufu (bagi) Pria yang Baru Hijrah

بسم الله الرحمن الرحيم


Q :

Assalamu'alaikum
Apa menikah harus yg sekufu aja?
Bagaimana kalo fulan org yg baru saja berhijrah tapi menginginkan istri yg memahami dan mengamalkan syariat, apa boleh?

Mungkin mksudnya biar ada yg mengingatkan ataupun mengajarkan ketika si fulan keliru mengambil jalan..


Hukum Dropshiping bagi Broker Online Shop

بسم الله الرحمن الرحيم

Q :
Jasa titip jual itu hukum dalam islamnya gimana?

***

Sabtu, 11 Maret 2017

Mengeraskan Bacaan "Aamiin" dan Shalawat Ketika Khutbah

Q: by AhmadSN
Apa hukum mengucapkan "aamiin" atau mengucapkan sholawat ketika nama nabi muhammad sholallahu `alayhi wa sallam di sebut, tetapi di kala khutbah jum'at sedang berlangsung?

A:
Dalam Asnal Matholib salah satu fikih Syafi’iyah disebutkan, "Bagi yang mendengar khatib bershalawat, hendaklah ia mengeraskan suaranya ketika membalas shalawat tersebut." Ulama Syafi’iyah lainnya menyatakan sunnah untuk diam dan tidak wajib menjawab shalawat.

Ulama Hambali menyatakan bolehnya menjawab shalawat ketika diucapkan, namun jawabnya dengan suara sirr (lirih) sebagaimana do’a.

Intinya, ada dua dalil dalam masalah ini yaitu dalil yang memerintahkan untuk menjawab shalawat dan dalil yang memerintahkan untuk diam saat imam berkhutbah. Jika kita kompromikan dua dalil tersebut, yang lebih afdhol adalah menjawab shalawat dengan suara sirr (lirih).

Jamaah yang mengucapkan aamiin (menjawab do'a khutbah) tidak termasuk dalam katagori berbicara kepada sesama jamaah selama ucapannya tidak dengan suara yang mengganggu suara khatib, atau dengan suara sirr (lirih).

NOTE: Yang tidak diperbolehkan itu adalah berbicara kepada sesama jamaah.

Wallahu a'lam bisshawab.

(link adalah referensi tambahan)

Rujuk

#Question

@Ahmad Sajidan
Mau tanya dong, RUJUK di perbolehkan dalam agama atau tidak

#Answer

@Afif Marzuki
Ini rujuk judulnya dalam pernikahan kan ya mas?

Boleh mas. Ketika si suami menthalaq isterinya dengan thalaq raj'i (thalaq yang masih bisa rujuk, thalaq satu, atau thalaq dua). Maka selama masa iddahnya istri itu, suami boleh rujuk.

الطلاق مرتان فإمساك بمعروف أن تسريح بإحسان

QS. Al Baqarah : 229
Thalaq itu dua kali (thalaq raj'i), setelah itu boleh rujuk kembali dengan cara yang ma'ruf (yang diketahui) atau menceraikan/melepaskannya dengan cara yang baik.

(bukan tahlaq bain, thalaq tiga, yang tak bisa rujuk)

#QeustionII

@احمد سجيدان
Saya sering mendengar, kalo ingin rujuk maka keduanya harus menikah(sama orang lain) terlebih dahulu. Itu bener engga? Kalo bener kaan dari pernikahan tsb pasti ada perceraian, sedangkan perceraian tidak di sukai Allah

#AnswerII

@AhmadSN
pembahasan rujuk itu panjang...di rumaysho dibahas dari talaq sampe rujuk, sampe bagian 15 kalo ga salah, mungkin bisa di baca kalau internetnya memadai. saya sendiri blm mendalami masalah rujuk, afwan.

part 1 nya bisa dibaca di sini:

https://rumaysho.com/1544-risalah-talak-1.html

#AnswerII

@Satria
Perceraian adalah sesuatu yany halal namun dibenci Allah. Bukan berarti tidak boleh cerai, karena dihalalkan. Hanya saja harus ada alasan yang dibenarkan untuk bercerai. Seorang istri yang tidak ridha kepada suami yang tidak mampu menjadi imam yang baik setelah bersabar terlebih dahulu, seorang istri ini dibolehkan meminta berpisah.

Lalu, seorang suami yang tidak ridha kepada istri dikarenakan istrinya tidak bisa menjadi istri yang baik, setelah dia bersabar.. ini juga boleh mentalak istrinya jika dirasa pernikahannya tidak lagi berdasarkan ibadah karena Allah.

Begitu kira2

Ruqyah Rumah

#Q by Zahroh

((pindah rumah))
√bacaan ruqyah rumah
√amalan2
√ menghilangkan rasa takut dari hal2 ghaib *setan*

#ask
assalamualaikum,, kak... zahroh mau nanya

surat ruqyah buat rumah baru gimana ya? karna ini kan zhr baru pindah rumah, nah rumah ini udah lama gak kepake. 3 tahun lebih. dan keliatan angker gitu. baru malem pertama udh ngerasa gimana gitu😰

syukron🙏

----

#A
Dalam Al-Qur'an ataupun hadits2 shahih, tidak doa khusus atau amalan khusus ketika menempati rumah baru. Hanya saja Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk berdo'a ketika masuk rumah, banyak beramal ketika di rumah, namun sifatnya umum berlaku untuk semua rumah, tidak hanya rumah baru:

1. Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), "Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam." (HR. Muslim no. 2018).

Mengucapkan salam ketika masuk rumah: "Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik." (QS. An Nur: 61).

2. Penghuninya rajin membaca Al-Qur'an dan ibadah apapun di dalam rumah. Terutama membaca surat Al-Baqarah. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya." (HR. Muslim 780, At-Tirmidzi 2877)

Maksud dari hadits diatas adalah agar rumah tidak dijadikan seperti kuburan, Salah satu yang mencolok dari kuburan adalah itu bukan untuk tempat ibadah. Agar rumah kita tidak seperti kuburan yang bisa jadi banyak syaithan pengganggu, gunakan rumah kita untuk banyak ibadah didalamnya.

Hadits ini bukan dimaknai hanya mengkhususkan membaca Al-Baqarah saja didalam rumah, namun jadikan rumah sebagai tempat untuk banyak membaca Al-Qur'an, banyak mentadabburinya dan mengamalkannya.

3. Kerjakan shalat sunnah didalam rumah, Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Jadikanlah bagian shalat (sunnah) kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan." (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).

Hidupkan shalat berjamaah di masjid, "Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib." (HR. Bukhari 7290)

4. Membersihkan dalam rumah dari patung-patung dan gambar-gambar makhluk bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas.

Ini ada rekaman dari ustadz Khalid tentang cara ruqyah rumah: https://www.youtube.com/watch?v=rGSDriBnoBg

Wallahu a'lam bisshawab.

#ask
tapi cara ngilangin takut gimana kak😰

#ans
Jin itu tidak akan bisa mencelakakan orang yang tauhidnya kuat, kalau takut sama mereka. Mereka malah tambah suka mengganggu nantinya
Kita jangan sampai masuk golongan orang yang takut wujud setan, padahal yang harusnya ditakuti itu berkurangnya iman kita kepada Allah karena tersebab takut setan

#ask
tapi secara faktanyaa yg zhr rasain. udh nahan2 biar gak takut, tapi tetep rasa takut itu tetep muncul

#ans
Ya jangan takut, coba amalkan apa yang saya sarankan diatas :))
Kalau benar2 diamalkan, ga akan takut kok
Di amalkan dulu ya Zahroh, dengan dipahami betul makna ayat yang kita baca. Selanjutnya, perkuat tauhid dengan tawakal

@Yauman Jangan hiraukan apa kata hati,

Saya kemarin jg baru pindah rumah ke rumah lama yang udah ditinggal 1.5 tahun

Tp alhamdulillāh ga ada rasa takut sama sekali
Tidur sendirian pun berani

Semua itu awalnya dari menolak semua pikiran macam-macam

@Satria
Tentang jin, Allah berfirman (artinya), "Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka." (QS. Al A'raf : 27)

An Nahas mengatakan bahwa makna "dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka" menunjukkan bahwa jin tidak bisa dilihat kecuali pada masa Nabi sebagai bukti kenabiannya saw karena Allah azza wa jalla telah menciptakan mereka sebagai makhluk yang tidak bisa dilihat dan mereka bisa terlihat apabila mereka telah merubah bentuk rupanya. Dan itu merupakan bagian dari mu'jizat yang tidak ada kecuali pada masa para nabi.

Kalaupun bisa terlihat, itu dalam bentuk bukan aslinya.. namun menyerupai apapun yang jin tersebut inginkan. Bisa jadi ular, anjing, manusia dsb. Itu sebab ada beberapa hadits yang menceritakan dimana jika ada ular masuk kedalam rumah, peringatkan sampai 3 kali, tidak diperintahkan untuk langsung dibunuh. Karena dikhawatirkan itu jin yang sudah masuk Islam. Jika diperingatkan dengan cara diusir masih ada dalam rumah, maka diperintahkan untuk dibunuh: "Sesungguhnya di Madinah ini ada segolongan jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat satu dari mereka, maka mintalah kepada mereka untuk keluar (dalam jangka waktu) tiga hari. Jika ia tetap menampakkan diri kepada kalian setelah itu, maka bunuhlah ia, karena sesungguhnya dia itu jin kafir". (HR. Muslim no.2236)

Tidak semua orang bisa melihat dan tahu bahwa sosok yang menjelma menjadi manusia atau apapun itu adalah jin, itu sebab.. kalau kita membaca Al-Qur'an, kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari mereka.  "Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan untuk mengganggu orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya." (QS. An-Nahl: 98 – 99)

Karena itu, kita tidak perlu takut dengan jin, justru jika kita takut, mereka semakin 'tamak' menggoda dan mengganggu. Jin sama sekali tidak memiliki kemampuan mencelakakan manusia selama kita menjaga iman, akidah dan bertawakkal kepada Allah. Kalaupun ada orang yang dicelakakan oleh jin, itu bukan karena jin memiliki kekuatan yang hebat, namun karena orang ini membuka peluang bagi jin untuk mengendalikan dirinya.

"Setan itu sebenarnya sangat takut terhadap kalian (manusia), melebihi ketakutan kalian kepadanya. Oleh karena itu, setan menampakkan diri kepada kalian, janganlah kalian lari ketakutan. Karena jika kalian takut, ia akan menunggangi kalian (mengganggu), akan tetapi bersikaplah keras kepadanya, pasti dia akan pergi". (Riwayat Ibn Abi Dunya)

Wallahu a'lam bishawab.

Pengertian Andaad

#Q by Humaira

Assalamu'alaikum ada yg paham masalah andat *kalau tulisannya gak salah* ? Tanding-tandingan, yang memalingkan kamu dalam Islam.

Jazakumullah khairan katsiran sebelumnya ^^

#A
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, bismillah

Andaad adalah jamak dari kata nidd, yang artinya tandingan, maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satu-satunya. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andaad ini (artinya): "…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. (QS Al Baqarah [2]: 22)

Andaad itu apa?

Andaad adalah sesuatu yang memalingkan seseorang daripada Al Islam, atau sesuatu yang memalingkan seseorang daripada tauhid, baik itu anak, isteri, jabatan, harta, atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang daripada tauhid atau memalingkan seseorang dari pada Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan, maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad.

Jadi sesuatu yang memalingkan seseorang daripada Al Islam atau tauhid baik itu anak, isteri, suami, posisi jabatan, harta benda, dst, kalau hal tersebut justru mamalingkan seseorang daripada tauhid, berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad… tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kata أنداد kata benda dalam bentuk jamak, asal katanya, (bentuk singularnya) adalah ند. (Baca : Niddun)

Di dalam Mu'jam Al Ghaniy, makna ند adalah tandingan, penyerupa.

Ke-enam ayat di atas, yang disebutkan kata "أنداد", intinya membahas tentang TAUHID, mengesakan Allah dalam segala bentuk ibadah.

Nah "Andaad" itu segala tandingan yang memalingkan manusia dari hakikat tauhid itu sendiri. 

Di dalam Al Quran, kata "Andaad" itu sendiri diulang 6 kali... bisa lihat
QS. 2 : 22 dan 165,
QS. 14 : 30,
QS. 34 : 33,
QS. 39 : 8,
QS. 41 : 9

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa
Tambahan dari hadits:  dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, "Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah dosa yang paling besar itu?" Beliau menjawab, "Jika engkau membuat ANDAAD (tandingan) bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan kami…." (HR. Bukhari Muslim)

@
@
Jazakumullah khairan katsiran 🙏

Diberdayakan oleh Blogger.